Kami Dulu, Tanah Lohsari..
Desa Sememu 21 Mei 2018 10:24:00 WIB
Desa Sememu adalah salah satu desa yang berada diwilayah Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang yang berbatasan dengan Desa Gesang disebelah utara, Desa Jatisari disebelah timur, Desa Madurejo disebelah selatan dan Desa Nguter disebelah barat. Desa Sememu dijuluki kota air karena dilintasi oleh beberapa sungai dan terdapat beberapa sumber mata air sehingga keberadaan air sangat melimpah.
Desa Sememu sendiri terdiri dari beberapa dusun. Secara administratif terbagi menjadi 6 dusun, diantaranya Dusun Kedung supit, Dusun Bulak wareng, Dusun Umbul, Dusun Darungan, Dusun Ketewel barat dan Dusun Ketewel Timur.
Filosofi penamaan Desa Sememu.
Berdasarkan beberapa sumber cerita dari para sesepuh yang tidak tercatat, Desa Sememu awalnya bernama “Lohsari”, nama ini diambil dari nama pohon “Loh”. Loh atau dalam bahasa latin disebut Ficus racemosa, merupakan sebuah pohon dengan ciri berbuah bulat dan berwarna hijau. Pohon ini banyak ditemukan tumbuh di Desa Sememu. Sedangkan Sari (bahasa jawa) yang berarti rapi.
Sejarah bermula ketika sebuah bencana banjir terjadi pada Tahun 1909. Bencana ini melewati beberapa dusun di Desa Sememu, tepatnya di Dusun Darungan dan Dusun Kerajan sehingga merusak beberapa rumah dan menghanyutkan harta benda warga, bahkan beberapa rumah tidak ada yang tersisa. Setelah kejadian ini berakhir, berdasarkan kesepkatan pada masa itu Desa Lohsari pun berubah nama menjadi Desa Sememu.
Sedangkan untuk nama ‘sememu’ terdapat beberapa versi yang menyebutkan asal muasal nama ini terbentuk, diantaranya:
- Versi Pertama; menyatakan Sememu berasal dari kata "samun” (bahasa jawa) yang berarti sepi, karena setelah kejadian banjir banding tidak ada rumah dan banyak penduduk yang meninggal akibat banjir tersebut sehingga desa menjadi sepi.
- Versi Kedua; menyatakan Sememu berasal dari kata “mesem" dan “temu/ketemu” karena ada beberapa orang yang meninggal akibat banjir banding tersebut ditemukan dalam keadaan mesem (tersenyum);
- Versi Ketiga; menyatakan Sememu berasal dari kata “semu - semu" yang berarti tidak jelas, pembuatan tempat tinggal dibangun sedanya dan dari bahan seadanya, mereka tidak jelas tempat tinggalnya. Ada beberapa tokoh yang membuka Desa Sememu yang dulunya berupa alas (hutan) menjadi pedesaan, diantaranya yaitu :
- Mbah Syarif (Mbah Jenggot)
- Buyut Latsio
- Mbah Mino
Demikian asal muasal Desa Sememu, hingga saat ini menjadi Desa yang cukup ramai dengan potensi yang cukup baik di sektor pertanian dikarenkan jumlah air yang cukup melimpah.
Komentar atas Kami Dulu, Tanah Lohsari..
Formulir Penulisan Komentar
Layanan Mandiri
Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.
Masukkan NIK dan PIN!
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Jumlah pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Pengajuan Santunan Kematian
- KOMUNITAS DARI MASA KE MASA DI DESA SEMEMU..
- Pelantikan KPPS dan BIMTEK Simulasi Rekapitulasi Pemungutan & Perhitungan Suara di Balai Desa Sememu
- Momentum Ramadhan, Baznas Kabupaten Lumajang Salurkan Santuan Ke Gakin Desa Sememu
- Kami Dulu, Tanah Lohsari..
- Visi Misi
- Kadimas













